Rabu, 20 September 2017

Kelak Kau Sebut Aku

By Pidri Esha | At 10.42 | Label : | 0 Comments
Malam yang selalu meninabobokanmu,
kuku angin rajin mengetuk kaca jendela kamarmu,
jejak mimpi tertanam dalam ingatanmu,
alunan suara dari palung resah membawa 

warta tentang harum wangi rambutmu,
kecup kuncup melati mekar di ranum pipimu saat pagi tiba,
serta kulum rindu selalu terlontar dari bibirmu nan basah,
itu semua yang kelak kau sebut aku.

 
20/09/2017
by pidriesha

Sabtu, 26 Agustus 2017

Pada Suatu Jeda

By Pidri Esha | At 11.11 | Label : | 0 Comments
Tentang jarak yang kita tempuh,
jauh, tak tergapai hitungan matematika.
tentang rasa yang kita rengkuh,
meluap, tak terbendung ribuan kata.

pada suatu jeda, hening melingkup raga ;
rindu mengawan menjadi gerimis di sudut mata,
lalu hujan bergegas, membasah jejak kisah
: tabah menadah gundah.

Agustus 2017
by pidriesha 



Telaga di Bening Matamu

By Pidri Esha | At 10.53 | Label : | 0 Comments
Bening matamu,
ya bening matamu
kulukis serupa telaga
tempat kau melarung rindu
saat getar bibirmu
lirih menyebut namaku

Agustus 2017
by pidriesha



Rabu, 04 Januari 2017

Prikitiew

By Pidri Esha | At 09.43 | Label : | 0 Comments
Kata yg dipopulerkan oleh SULE OVJ, bagi saya sangat menggelitik, bikin kita tersenyum. Kadang saya geli sendiri kalo ada yg ngucapin kata itu. Banyak istilah-istilah atau kata-kata bahasa gaul yang sering kita dengar, tapi kata yang satu ini menurut saya sangat...sangat apa ya..?..lucu, geli, bikin kita ketawa. Ungkapan itu kalo kita ucapkan tidak membuat orang tersinggung atau marah, malah bikin orang tersenyum, karena kata tsb tidak mengandung unsur sara, kotor, atau “saru” istilah orang jawa.

Ada cerita menarik nih..!!

Temen saya curhat, tiap hari di kantor dia dimarahin terus sama bosnya.
"Lho, kenapa emangnya?", tanya saya.
Si temen tadi jawab, "Nggak tau tuh, kalo salah okelah,lha ini salah aja nggak, marah terus".
Terus saya bilang gini, "Kalo kamu dimarahin bosmu, bilang aja : "Prikitiew..ehemm..ehemm.."
Si temen protes, "Masak bilang gitu..! Kalo saya dipecat gmn?"
"Itu urusanmu", jawabku.

Beberapa hari kemudian si temen cerita lagi bahwa si bos marah-marah, mungkin karena saking jengkelnya temen tadi langsung bilang : "Prikitiew..ehemm..ehemm..aja boss.."
Kemudian temen tadi dipanggil si boss.
Mampus aku gara-gara si Andi nih gumam si temen.
"Apa kamu bilang, prikitiew..ehemm..ehemm, maksudnya apa? kamu memergoki saya ya?", tanya si bos sambil mukanya merah.
Saking gemetarnya si temen tadi, langsung jawab : "Iya bos". Padahal si temen nggak tau apa-apa.
Terus si bos dengan nada melunak, berujar, "Ya udah tapi jangan bilang-bilang isteri saya ya kalo saya jalan sama yang lain".
"Iya bos, siap", jawab si temen sambil melongo.

Nah lho ketahuan!! Setelah itu setiap ketemu bos, si temen selalu bilang: "prikitieww..." Si boss langsung jawab : "ehemm..ehemm..." Hahahaha...ada-ada aja...


Ini sekedar intermezzo buat temen-temen yang lagi disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk, yang nggak ada habis-habisnya, atau lagi stress ditinggal pacar, lagi ada masalah dengan keluarga, tetangga, temen, atau masalah keuangan. Intinya hidup ini dinikmati aja, berapapun yang kita dapat, banyak atau sedikit, apapun yang kita kasih, siapapun itu, disikapi dengan lapang dada (legowo), disyukuri dan tak lupa untuk selalu tersenyum..:-)


suatusiang, 13 Juli 2010

Cinta is Olongoh..!!

By Pidri Esha | At 09.38 | Label : | 0 Comments
CINTA..!! Hemm..sejari kata, baik remaja, dewasa, orang tua, bahkan anak-anak kecilpun sering kita dengar mengucapkan kata ini. Apa itu cinta? Makna apa yang terkandung di dalamnya?

Coba deh kita tanya, yang ahli fisika, misalnya : Menurut kamu cinta itu apa? Dengan entengnya dia jawab : Cinta adalah molekul-molekul yang terbentuk dari beberapa partikel, dikali dengan kecepatan cahaya dan akhirnya menghasilkan energi yang bisa meledakkan hatimu. Hancur hatiku..hehe.

Ahli kimia jawabnya lain lagi : Cinta adalah cairan asam sulfat yang terbentuk dari hydrogen, oksigen dan lain-lain, tercampur dalam bejana membentuk satu kesatuan, dan akhirnya menjadi cairan warna-warni yang siap dituangkan dalam cangkir hatimu. Walaahh..meleleh..hehe..

Kalo ini lebih gila lagi, Ahli matematika, Cinta adalah dalil Pythagoras membentuk sudut-sudut memanjang, akhirnya menjadi segitiga sama sisi. Cinta segitiga, katanya..hadewww…

Beberapa sahabat pernah kutanya definisi dari cinta, jawab mereka beragam, ada yang jawab, cinta adalah anugerah Tuhan Yang maha Esa, cinta adalah ketika kau berkata “iya”, cinta adalah sungguh indah dirasakan jiwa, jawabnya tak ada yang sama. Masalahnya apa yang dirasakan hati seseorang dengan lainnya pasti berbeda, walaupun wujud katanya sama yaitu ‘Cinta’

Apa yang kita rasakan, ketika kita cinta kepada sesuatu?. Cinta kepada hewan, kucing misalnya, memandikan, kasih makan, kalo sakit kita antar ke dokter, bahkan tidurpun kadang sama kucing.

Cinta kepada anak, dari kecil sampai anak dewasa, diasuh, dididik, diajarkan hal-hal positif, diperkenalkan dengan lingkungan, limpahan kasih sayang, perhatian, dan lain-lain, bahkan ketika maut menjemputpun terkadang orang tua kita masih sempat menyebut nama anaknya.

Cinta kepada alam semesta, tumbuh-tumbuhan, hewan, pasangan, kekasih, pacar, sahabat, anak, orang tua, guru, tetangga dan lain-lain. Apapun rela kita lakukan dalam mengekspresikan rasa cinta itu demi untuk menyenangkan orang lain. Tapi perlakuan terhadap apa yang kita cintai pasti tak sama, berbeda-beda antara satu dengan yang lain.

Ataukah cinta itu seperti cangkul, dimana ia akan menggali dan terus menggali mencari makna apa yang terpendam dalam cinta itu sendiri. Koq bisa? Misalnya, ketika kita akan menanam padi, apa yang kita lakukan? Pasti sawahnya kita cangkul dulu atau kita bajak, kita bersihkan dulu, biar subur, gampang tanam padinya. Mungkinkah langsung kita tabur benih, sedangkan rerumputan masih bertebaran di pelatarannya? Bisa, yang subur rumputnya..hehe...

Sekarang kita tanya para penyair, penulis cerpen atau novel, tentang cinta, pasti jawabnya susah dan beragam sesuai sudut pandang mereka. Tak ada yang bisa benar-benar mengartikan cinta itu apa. Meminjam istilah sang novelis terkenal dari Yogyakarta Endik Koeswoyo, “CINTA IS ANU”. Memang benar Cinta adalah ANU..??, masih dalam tanda tanya, tugas kita untuk mengisi atau mendefiniskan tanda tanya tersebut, terserah dari sudut pandang mana, kembali kepada diri masing-masing. Yang jelas cinta itu sesuatu yang tidak terdefinisi, susah diungkapkan dengan kata-kata. Itu saja, gampangkan, atau kata si Neng, “CINTA IS OLONGOH”..hadeww..haha..ada-ada aja...


18 Maret 2011

Celoteh Cicak

By Pidri Esha | At 09.31 | Label : | 0 Comments

*Cekedar Celoteh*

Di sudut ruangan, sebuah kamar yang langit-langitnya sudah mulai keropos dimakan tikus, tiga ekor cicak sedang bercengkerama, bercerita tentang keinginan mereka.

"Aku ingin jadi buaya", ujar cicak I
"Koq jadi buaya?", tanya cicak II
"Lha iya, kalo jadi buaya. Aku bisa di laut, bisa juga di darat. Badanku besar, kuat bahkan aku bisa menghabisi kalian semua. Ingat nggak jargon Buaya vs Cicak..!", ujar cicak I dengan semangat yang menyala-nyala.

"Aku ingin jadi bunglon", sahut cicak II
"Ah, masak jadi bunglon..!", kata cicak I
"Kalo jadi bunglon, aku bisa berubah warna, di tempat biru jadi biru, kuning berubah jadi kuning, nempel di tempat merah jadi merah, gampangkan bisa berubah-rubah, loncat sana, loncat sini, kalo ada kursi kosong tinggal "nemplok", ujar cicak II tak kalah semangatnya.

"Kalo kamu mau jadi apa?", tanya mereka pada cicak III
Sambil menghela nafas panjang dan penuh percaya diri cicak III berujar,
"Aku ingin menjadi diri sendiri, tidak buaya, tidak bunglon, dan lain-lain. Karena aku tahu kemampuan, kekuatanku. Dan juga dengan menjadi seekor cicak aku tetap bisa menikmati secangkir kopi", jelas cicak III sambil melirik ke arah secangkir kopi yang mengeluarkan aroma khas.

Hemm...cerita di atas sekedar ilustrasi. Kenapa sih terkadang kita enggan menjadi diri sendiri? Banyak waktu terbuang bahkan biaya hanya untuk menjadi orang lain. Ketika kamu merasa ada kemampuan tuk menjadi seorang penulis, ya silahkan, mo jadi penyair kek, cerpenis, novelis, wartawan, dan lain-lain.

Apa mo seperti Endik Koeswoyo atau Mas Nana Sastrawan , boleh saja , tapi jangan tiru fisiknya, karena apa? mereka dekil, kucel, kumal..hahaha..:P *soorry pak becanda*

Apakah kita harus mensejajarkan dengan mereka-mereka yang sudah terkenal, yang karya mereka sudah puluhan bahkan ratusan, boleh saja, tapi ingat, mereka mendapatkannya tidak dalam hitungan jam atau hari, tapi hitungan tahun.

Mungkin sobat-sobat semua punya kemampuan di bidang lain, silahkan, tak ada yang tak mungkin.
Semua pasti punya cita-cita, jangan mudah menyerah, hidup kita hanya hitungan jam, setiap detik berlalu terkadang tanpa kita sadari telah mencengkeram kita.

Saat ini banyak orang bertarung mencari kemenangan, popularitas dengan meniru gaya, cara orang lain. Namun justru terjatuh dan terjatuh kembali pada kefanaan yang sama. Itu karena mereka kehilangan kepercayaan untuk menjadi diri sendiri.

If you can't be a highway then be a trail,
If you can't be the sun be a star,
It isn't by size that you win or you fail
Be the best of whatever you are
(bait terakhir puisi karya Douglas Malloch "Be the Best of Whatever You Are")

So, enjoy yourself is the keys of happinness.
26 Mei 2011
Posting Lama ►
 

Ad

business

technology

Copyright © 2012. Celoteh Kopi - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz